![]() |
| Penilaian Anugerah Pangripta Nusantara Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2017, di aula Bappeda litbang Depok, Jum’at (3/3/2017). (Foto : Rysko/Diskominfo) |
Tim penilai Anugerah Pangripta Nusantara
(APN) 2017 tingkat Provinsi Jawa Barat, menilai Depok sudah sangat
bagus dibandingkan kota lain yang juga mendapatkan penilaian. Terlebih,
dalam pengelolaan pemerintahan Pemkot Depok juga selalu bersinergi
dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan akademisi.
“Kami menilai Depok sudah sangat bagus, dari beberapa kabupaten kota
yang saya lihat dalam bermitra dengan DPRD, ini saya lihat Depok paling
bagus. Di sini DPRD sudah digiring untuk masuk ke dalam perencanaan dan
sinergitas dengan pokok pikiran dewan,” ujar Ketua Tim Penilai APN, Yuke
Maulani, Jumat (03/03/2017).
Sementara untuk inovasinya sendiri, kata Yuke, juga dinilai sudah
bagus. Dalam proses di luar perencanaan misalnya, Pemkot Depok selalu
melakukan sosialiasi terlebih dahulu. Sementara dalam proses perencanaan
sudah terkonsep dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) online.
Hebatnya lagi, sistemnya pun sudah diintegrasikan dengan sistem yang
lain sehingga proses pelaksanaannya tidak akan terputus di tengah jalan.
“Ini merupakan hal penting yang memang harus kita kawal, karena
dengan sistem seperti itu meminimalisir putusnya proses di tengah. Jadi
idealnya prosesnya harus holistik dari perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi. Ini sudah dilakukan oleh Depok,” jelasnya.
Selain itu, proses partisipasi dalam perencanaan juga dikatakan Yuke,
sudah berjalan dengan lancar. Mengenai metode penjaringan yang
melibatkan masyarakat, usulan masyarakat juga sudah diakomodir dengan
baik dan ini merupakan proses dari bawah ke atas. Sementara pendekatan
dari atas ke bawah juga sudah dilakukan dengan baik yaitu dengan
pemberian pemahaman kepada masyarakat mengenai sasaran perencanaan
pembangunan, sehingga aspirasi masyarakat tidak melenceng jauh dari visi
misi kota.
“Sementara untuk pedekatan teknokratis malah sangat bagus, karena sudah ada Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot dengan UI dan Gunadarma. Jadi tidak mengabaikan akademisi dalam perencanaan kota,” tandasnya.
Penulis: Rysko
Editor: Dunih dan Yulia Shoim
Editor: Dunih dan Yulia Shoim
#sahabatcimanggis
#kimcimanggis








