BERLATIH: Tim atlet Forki Depok usai berlatih di Pusat Latihan Forki Depok, Selasa (21/02/2017). (Foto: Janet/Diskominfo)
Atlet karate asal Depok, Rahmad Dharmawan menjadi andalan untuk meraih emas kata perorangan di Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018. Sekretaris Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Depok Waller Siahaan, mengatakan Rahmad adalah salah satu atlet andalan untuk meraih emas kata perorangan di ajang Porda.
“Sebelum Porda 2018, Rahmat akan ikut pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk  SEA Games Malaysia 2017,” ungkapnya kepada depok.go.id, Rabu (22/02/2017).
Menurut Waller, prestasi yang signifikan telihat dari pencapaian Rahmat Dharmawan dalam setiap pertandingan. Terakhir, Rahmad berhasil menyumbang medali emas bagi kontingen Jawa Barat (Jabar) di Pekan Olaraga Nasinal  (PON) XIX  tahun 2016 di Bandung. Kedepannya Rahmat akan mengikuti jenjang internasional seperti di SEA Games XXIX di Malaysia tahun 2017 dan Asian Games XVIII di Jakarta tahun 2018.
“Selain pelatihan fisik, Repetisi kata atau jurus, ketenangan batin juga perlu, dengan hati yang bersih itu persiapan sebelum bertanding” papar Waller.
Dirinya yang juga sebagai Pelatih Forki Depok juga menargetkan tiga emas yang akan di bawa pulang oleh atlet binaanya, rencananya Forki Depok akan mengirim kata perorangan putera, kata perorangan putri, kata beregu putera dan kata beregu puteri.
“Target Forki Depok bisa membawa tiga  medali emas, tapi tidak menutup kemungkinan empat medali emas yang akan kami bawa pulang di Porda. Mudah-mudahan,” terangnya.
Waller menambahkan, keberhasilan Rahmat meraih medali emas di PON XIX sebagai contoh yang harus diikuti atlet Depok yang lain, khususnya dari cabang karate dan cabang olahraga lain. Bila semua atlet Depok berlomba menyumbang prestasi terbaik, maka pembinaan atlet di Depok konstan mendapat perhatian khusus dari pemerintah.
“Dukungan dalam berbagai hal menjadi hal yang penting guna kesejahteraan atlet, perhatian lebih pemerintah menjadi semangat dalam memberikan prestasi’ tutupnya.
Penulis: Janet Swastika
Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita


#sahabatcimanggis
#kimcimanggis