Tea Time bersama warga Kalibaru, Cilodong. (Foto : Bima/Diskominfo)
Berbagai upaya pembenahan kualitas pendidikan di Kota Depok, kini mulai membuahkan hasil. Ini bisa terlihat dengan makin bertambahnya sekolah negeri di Kota Depok, sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Depok mampu mencapai tiga besar di Provinsi Jawa Barat dengan angka 79,60.
Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, dunia pendidikan di Kota Depok sudah mengalami kemajuan, dengan bertambahnya SMP negeri di beberapa kecamatan di Kota Depok.
“Kita terus mengupayakan agar warga Depok dapat bersekolah di SMP negeri,” ujarnya saat kunjungan Tea Time, di RT 02/RW 06, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Jumat (10/03/2017).
Kemajuan pendidikan juga tidak hanya berupa penambahan bangunan fisik semata. Untuk peningkatan kesejahteraan guru juga jadi perhatian Pemkot Depok. Tahun 2017 saja, tunjangan guru honorer mengalami kenaikan sebesar 100 persen, dari semula Rp 200 ribu menjadi 400 ribu.
“Ini bentuk perhatian Pemerintah Kota Depok kepada guru-guru Depok, sehingga nantinya diharapkan para guru akan lebih profesional lagi,” jelasnya.
Mohammad Idris menyebutkan, Pemerintah Kota Depok juga telah memberi insentif kepada para pembimbing rohani sebesar Rp 300 ribu per bulan. Dari program ini, ia berharap kepada para pembimbing rohani dapat membentuk karakter pemuda-pemudi Depok menjadi warga yang berwawasan religi.
“Pembimbing rohani yang dimaksud adalah orang yang mengajar agama di lingkungan tempat tinggalnya, bukan pembimbing rohani yang sifatnya sudah komersil,” tambahnya.
Terkait acara Tea Time tersebut, dirinya sangat mengapresiasi semangat warga setempat yang telah hadir dan antusias mengikuti acara hingga selesai. Pemerintah Kota Depok, kata Mohammad Idris, akan menyerap dan mempertimbangkan program yang telah diusulkan untuk menjadi prioritas di tahun 2017.
“Kita akan pelajari lebih lanjut program mana saja yang layak menjadi program prioritas, sehingga dapat dimasukkan dalam anggaran perubahan di tahun 2017 ini,” pungkasnya.

Penulis : Agus
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

#Sahabatcimanggis
#KimCimanggis