![]() |
| Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Noer Zamanti Lies. (Foto : Agus/Diskominfo) |
Dinas Kesehatan Kota Depok di Bulan
Maret 2017 akan menggerakkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan
jentik berkala. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah berkembang
biaknya nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD), sehingga angka bebas jentik
bisa di atas 95 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Noer Zamanti Lies mengatakan,
untuk mendukung kegiatan itu, pihaknya melibatkan instansi lintas
sektor, serta kader juru pemantau jentik (jumantik) yang ada di setiap
kelurahan.
“Kita mengharapkan masyarakat berperan aktif dalam mencegah
penyebaran nyamuk demam berdarah, minimal membuka pintu jika ada kader
jumantik yang memeriksa jentik nyamuk di rumahnya,” ujarnya, Kamis
(02/03/2017).
Lebih lanjut, kata Lies, penanganan DBD saat ini fokus kepada pencegahan. Sedangkan penggunaan fogging sifatnya bukan pencegahan, sehingga pihaknya akan menguranginya.
“Biasanya fogging dilakukan saat nyamuk DBD sudah berkembang biak,
sedangkan pemeriksaan jentik berkala dilakukan untuk mencegah nyamuk DBD
berkembang,” jelasnya.
Menurut Lies, sebuah daerah akan disebut endemis DBD, jika angka
bebas jentiknya di bawah 95 persen. Dinas Kesehatan sendiri fokus pada
pencegahan. Dengan kegiatan jumantik tersebut, sebutan wilayah endemis
diharapkan tidak terjadi.
“Karena itu gerakan pemerikasaan jentik sangat penting untuk mengukur
Kota Depok sudah termasuk wilayah endemis DBD atau bukan,” jelasnya.
Pihaknya mencatat, untuk bulan Januari 2017 sudah terjadi 40 kasus
DBD. Jumlah ini menurun jika dibandingkan tahun lalu di bulan yang sama.
Meskipun begitu, masyarakat diminta tetap waspada, karena nyamuk DBD
berkembang dengan cepat jika intensitas hujan naik turun.
“Target saya tahun ini semua daerah Depok angka bebas jentiknya di
atas 95 persen, sehingga Depok terbebas dari status endemis DBD,”
pungkasnya.
Penulis : Agus
Editor : Dunih dan Yulia Shoim
Editor : Dunih dan Yulia Shoim
#sahabatcimanggis
#kimcimanggis








