![]() |
| KONSULTASI: Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD) DPRD Depok melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kementerian Sosial RI, Selasa (07/03/2017). (Foto: Istimewa) |
Pelayanan yang optimal bagi masyarakat
lanjut usia (lansia) menjadikan mereka untuk terus dapat mandiri,
beraktivitas dan hidup layak sesuai usianya. Untuk mencapai hal
tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sedang melakukan Rancangan
Peraturan Daerah (Raperda) Kota Ramah Lansia
Untuk mendorong raperda tersebut, Badan
Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD) DPRD Kota Depok pun melakukan
konsultasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendapatkan
pemahaman mengenai Kota Ramah Lansia.
“Kami (BPPD) melakukan konsultasi ke
Kementerian Sosial terkait usulan Pemkot mengenai Raperda Kota Ramah
Lansia. Mereka (Kemensos) mengapresiasi Kota Depok untuk menjadi kota
yang ramah lansia, mengingat angka harapan hidup Kota Depok cukup tinggi
yaitu 74 tahun,” jelas Anggota BPPD DPRD Depok, Sri Utami kepada depok.go.id, Kamis
(09/03/2017).
Lebih lanjut, Sri Utami menuturkan, kota
ramah lansia sedikitnya mencakup delapan aspek. Dan delapan aspek itu
yang secara perlahan namun pasti harus diwujudkan Pemkot Depok.
“Untuk mewujudkan kota ramah lansia
sedikitnya mencakup delapan aspek, antara lain penyediaan fasilitas
kesehatan, sosial, lingkungan, komunikasi dan informasi, infrastruktur,
transportasi, hukum, dan hak asasi manusia, serta sifat gabungan dari
berbagai dimensi tersebut,” terangnya.
Dari konsultasi yang dilakukan, Kemensos
memberikan saran agar perawatan para lansia tidak lagi berbasis panti,
melainkan berbasis penjangkauan dengan program keluarga harapan.
Kemudian untuk lansia yang tidak memiliki keluarga akan diberikan
pendampingan oleh petugas yang disiapkan khusus.
Untuk itu, Anggota Komisi C DPRD Depok
tersebut menambahkan, bila sudah disahkan menjadi Perda Ramah Lansia,
maka diharapkan para lansiaBdi Depok semakin sejahtera, terawat dengan
baik, serta tetap produktif.
“Semoga Raperda Ramah Lansia bisa segera
disahkan menjadi Perda. Kemudian yang paling penting para lansia bisa
tetap produktif. Produktif tidak hanya pemenuhan kebutuhan ekonomi lagi,
tetapi lebih pada faktor kebahagiaan mereka,” tutupnya.
Penulis: Nur Afifah Putri
Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita
#sahabatcimanggis
#kimcimanggis








