![]() |
| Bank Sampah Mutiara Berkah merupakan salah satu bank sampah di Kota Depok . (Foto : Dokumentasi Pribadi Kusumo) |
Keberadaan bank sampah efektif
mengurangi volume sampah di Kota Depok. Keaktifan bank sampah yang
menerima dan memilah sampah warga, membuat beban Tempat Pembuangan Akhir
(TPA) Cipayung makin berkurang.
“Kami memiliki 550 bank sampah yang
potensi pengurangannya mencapai 20-30 persen, dan tidak hanya sampah
anorganik saja, tapi juga termasuk sampah organik,” ujar Kepala Bidang
Kebersihan dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK)
Kota Depok, Kusumo, Senin (20/03/2017).
Dirinya menyebutkan, untuk sampah
organik saat ini sudah ada 185 RW yang sudah melaksanakan pengolahan
sampah dan terlibat langsung dalam Unit Pengolahan Sampah (UPS) yang ada
di Depok. Diharapkan ke depan ini bisa terus dikembangkan, karena ini
merupakan bentuk partisipasi masyarakat terhadap keberadaan sampah di
Kota Depok.
“Jika jumlah bank sampah terus
bertambah, maka akan semakin berkurang pula volume sampah ke TPA. Misal
dalam satu wilayah yang memiliki bank sampah bisa mengolah 30 persen
sampah anorganik dan 50 persen sampah organik, maka di wilayah tersebut
sudah ada 80 persen sampah yang berkurang ke TPA,” sebutnya.
Saat ini, kata Kusumo, pihak DLHK juga
sedang melakukan riset untuk penggunaan larva maggot di tiap bank sampah
sebagai upaya pengolahan sampah organik. Kusumo menjelaskan, dari 1
gram larva maggot bisa mengurai 1 kg sampah organik dalam satu hari,
sementara usia maggot sendiri adalah 20 hari. Menurutnya, jika dalam 10
hari bisa menggunakan magot, permasalahan sampah organik akan bisa
terselesaikan dan tidak akan ada lagi pencemaran lingkungan.
“Maggot sudah kami uji coba di UPS
Merdeka 2, UPS Sukatani dan UPS 4 TPA Cipayung dan hasilnya cukup baik.
Diharapkan penggunaan maggot ini akan dikembangkan di tiap bank sampah
di tiap RW,” harapnya.
Penulis: Rysko
Editor: Dunih dan Yulia Shoim
Editor: Dunih dan Yulia Shoim
#sahabatcimanggis
#kimcimanggis








