Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI)
Kota Depok membentuk Satuan Tugas (Satgas) Komunikasi. Pembentukan itu
merupakan upaya menjalin sinergitas RAPI bersama Pemerintah Kota
(Pemkot). Dengan berbagai inovasi mendorong visi Depok yang unggul,
nyaman dan religius.
“Salah satu bentuk sinergitas yang saat
ini berjalan adalah dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Komunikasi,”
jelas Ketua RAPI Depok Eddy Prijatna, kepada depok.go.id, Kamis (23/02/2017).
Dikatakannya Satgas Komunikasi tersebut
dibentuk untuk membantu Pemkot dalam menyebarkan informasi kepada
masyarakat, khususnya yang bersifat darurat serta tanggap bencana.
“Sebagai organisasi media komunikasi,
maka yang bisa kami berikan adalah menyebarkan informasi melalui
frekuensi di 14.200 hingga 14.360 VHF,” paparnya.
Lebih lanjut, Eddy menambahkan jumlah
anggota Satgas tersebut saat ini mencapai 680 orang yang berasal dari 11
kecamatan di Kota Depok. Jumlah tersebut mengacu kepada jumlah anggota
RAPI yang terdaftar.
“Jadi setiap anggota RAPI secara
otomatis sudah terdaftar menjadi bagian Satgas Komunikasi. Saat ini
jumlah anggota RAPI pun sudah tersebar secara merata di seluruh
kecamatan,”terangnya.
Eddy menjelaskan mekanisme kerja Satgas
Komunikasi berawal dari pantauan setiap anggota terkait situasi di
sekitar lingkungannya. Bila terjadi peristiwa bencana, maka anggota
tersebut akan langsung melaporkan kepada pengurus RAPI
Depok. Selanjutnya, laporan tersebut akan langsung diinformasikan kepada
masyarakat sekitar melalui frekuensi radio, serta kepada instansi yang
berkaitan dengan tanggap darurat bencana.
“Laporan tersebut kemudian kami olah dan
cek kebenarannya. Setelah itu akan diinformasikan kepada instansi
terkait, untuk menangani bencana tersebut. Sehingga dapat lebih waspada
dan lebih siap dalam menghadapi datangnya bencana,” tutupnya.
Penulis: Guntur Widyanto
Editor: Retno Yulianti
#Sahabatcimanggis
#Kimcimanggis








