Pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Depok bersama Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna (ke-7 dari kiri) usai menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII di Gedung Arsip dan Perpustakaan Balaikota Depok, Minggu (2/10/2016). (Foto: Istimewa)
Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Depok membentuk Satuan Tugas (Satgas) Komunikasi. Pembentukan itu merupakan upaya menjalin sinergitas RAPI bersama Pemerintah Kota (Pemkot). Dengan berbagai inovasi mendorong visi Depok yang unggul, nyaman dan religius.
“Salah satu bentuk sinergitas yang saat ini berjalan adalah dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Komunikasi,” jelas Ketua RAPI Depok Eddy Prijatna, kepada depok.go.id, Kamis (23/02/2017).
Dikatakannya Satgas Komunikasi tersebut dibentuk untuk membantu Pemkot dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat, khususnya yang bersifat darurat serta tanggap bencana.
“Sebagai organisasi media komunikasi, maka yang bisa kami berikan adalah menyebarkan informasi melalui frekuensi di 14.200 hingga 14.360 VHF,” paparnya.
Lebih lanjut, Eddy menambahkan jumlah anggota Satgas tersebut saat ini mencapai 680 orang yang berasal dari 11 kecamatan di Kota Depok. Jumlah tersebut mengacu kepada jumlah anggota RAPI yang terdaftar.
“Jadi setiap anggota RAPI secara otomatis sudah terdaftar menjadi bagian Satgas Komunikasi. Saat ini jumlah anggota RAPI pun sudah tersebar secara merata di seluruh kecamatan,”terangnya.
Eddy menjelaskan mekanisme kerja Satgas Komunikasi berawal dari pantauan setiap anggota terkait situasi di sekitar lingkungannya. Bila terjadi peristiwa bencana, maka anggota tersebut akan langsung melaporkan kepada pengurus RAPI Depok. Selanjutnya, laporan tersebut akan langsung diinformasikan kepada masyarakat sekitar melalui frekuensi radio, serta kepada instansi yang berkaitan dengan tanggap darurat bencana.
“Laporan tersebut kemudian kami olah dan cek kebenarannya. Setelah itu akan diinformasikan kepada instansi terkait, untuk menangani bencana tersebut. Sehingga dapat lebih waspada dan lebih siap dalam menghadapi datangnya bencana,” tutupnya.

Penulis: Guntur Widyanto
Editor: Retno Yulianti

#Sahabatcimanggis
#Kimcimanggis