Bunda Elly Farida hadir dalam acara Stop Kekerasan pada Anak di Rw 14 Kelurahan Depok Jaya, Pancoran Mas, Minggu (26/02/2017). (Foto : Okky/Diskominfo)
Untuk mencegah kekerasan terhadap anak peran keluarga sangat dibutuhkan. Lewat keluarga, anak tidak hanya merasa terlindungi, tapi juga memiliki kecukupan bekal yang membuatnya mampu memfilter sesuatu yang negatif dari pergaulan.
“Kontrol orangtua terhadap pergaulan anak menjadi sangat penting, karena keluarga adalah pelindung utama,” ujar Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida saat memberi penyuluhan kepada warga di Kelurahan Depok Jaya, Minggu (26/02/2017).
Menurutnya, untuk menekan angka kekerasan pada anak, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Dengan lembaga itu, pihaknya juga melakukan pemetaan serta advokasi kepada warga yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan pada anak.
Upaya sosialisasi yang dilakukan pihaknya pun sangat menarik. Salah satunya dengan melibatkan pendongeng dari Gerakan Pendongeng Untuk Kemanusiaan (GEPUK). Kehadiran GEPUK, kata Elly, membuat sinergi dapat terjalin dengan sempurna.
“Ini perdana tim GEPUK datang dengan formasi komplet, sehingga kolaborasi ini menjadi sangat luar biasa,” tambahnya.
Kehadiran ini, diharapkannya dapat memberikan motivasi bagi masyarakat akan pentingnya ketahanan keluarga. Masyarakat juga mendapatkan informasi yang utuh mengenai permasalahan kekerasan rumah tangga dan kekerasan pada anak.
Selain itu, anak-anak juga mendapatkan informasi mengenai anggota tubuh mana saja yang harus dijaga dengan baik, sehingga orang tidak dapat melakukan pelecehan.
“Anak harus dikasih imunitas tentang pengetahuan kekerasan pada anak, agar mereka mengerti dan memahami arti kekerasan pada anak,” ucapnya.
Elly juga berharap, melalui kegiatan seperti ini jumlah kekerasan pada anak dapat teratasi dengan baik. Tidak hanya itu, masyarakat juga harus selalu diingatkan agar mereka tidak menjadi korban.
Penulis : Agus
Editor: Dunih dan Yulia Shoim


#sahabatcimanggis
#kimcimanggis