Bentuk sinergitas antara Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Depok dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah diperkuat dengan program bidan delima sejak tahun 2003. Upaya sinergitas itu dilakukan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Ketua IBI Depok, Hendrawati Setiani mengatakan, AKI dan AKB di Depok, sejalan dengan program Pemerintah Kota (Pemkot), untuk mewujudkan kota yang nyaman dan unggul, khususnya di bidang kesehatan.
“Program bidan delima dikembangkan oleh IBI untuk sertifikasi Bidan Praktek Mandiri (BPM). Prinsip program tersebut adalah sebagai standarisasi pelayanan terhadap masyarakat,” jelas Hendrawati Setiani kepada depok.go.id, Senin (20/02/2017).
Dia menuturkan, dengan adanya program bidan delima, maka bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak. Menurutnya, dengan peningkatan derajat kesehatan tersebut, maka dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
“Sebagai bidan, kami selalu berupaya melakukan yang terbaik serta berusaha menjadi sahabat bagi ibu dan bayi,” ucapnya.
Lebih lanjut, ungkapnya, tidak semua bidan bisa menjadi bidan delima. Karena memerlukan proses serta pelatihan yang panjang. “Para bidan delima ini pada akhirnya akan menjadi mentor, fasilitator, serta pembimbing ibu hamil dan bayi. Untuk itu, tidak mudah menjadi seorang bidan delima. Mereka memerlukan pelatihan khusus, minimal selama enam bulan,” terangnya.
Bila memenuhi standarisasi, seorang calon Bidan Delima akan mendapatkan akreditasi dari pemerintah. Setelah itu, barulah seseorang bisa menjadi bidan delima. Hendrawati menambahkan, pihaknya terus berkomitmen untuk menjalankan program bidan delima ini. Salah satunya dengan terus merekrut calon bidan delima mengikuti pelatihan dan pembinaan.
“Kita sudah mempunyai lebih dari 300 bidan delima di Depok. Harapannya, jumlah itu bisa terus bertambah, agar kualitas pelayanan terhadap masyarakat juga semakin lebih baik,” tandasnya.

Penulis: Guntur Widyanto
Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita


#Sahabatcimanggis
#Kimcimanggis