Keberhasilan Dinas Komunikasi dan
Informatika (Diskominfo) Kota Depok menjadi juara umum dalam Keterbukaan
Informasi Publik (KIP) di Jawa Barat, membuat daerah lain tertarik
untuk belajar. Salah satunya adalah, Diskominfo dan Statistik Kabupaten
Bandung yang sengaja datang ke Depok untuk belajar konsep penyebaran
informasi kinerja Pemkot Depok lewat portal www.depok.go.id.
“Diskominfo dan statistik Kabupaten
Bandung, baru ada tahun ini (2017). Ini merupakan pecahan dari Bapapsi
yaitu Badan Perpustakaan Arsip dan Pengembangan Sistem Informasi. Nah,
di Bapapsi dibagi dua lagi yaitu, Dinas Kearsipan dan Diskominfo
statistik ini. Yang mengisi jabatan di Diskominfo adalah orang baru,
jadi kami semua belajar dari nol lagi melalui Diskominfo Kota Depok
ini,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfotik
Kabupaten Bandung, Irma Novita usai melakukan kunjungan kerja (Kunker)
di Diskominfo Kota Depok, Kamis (16/02/17).
Dia juga mengaku, tertarik dengan keberadaan jurnalis yang mengisi berita pada portal depok.go.id. Menurutnya, ini menjadi sebuah masukan agar ke depan Diskominfotik Kabupaten Bandung bisa menerapkan hal tersebut.
“Jurnalis ini sangat menarik, ke depan
nantinya mungkin akan ada juga jurnalis, call center serta NTPD. Namun,
kami harus mempersiapkan dulu SDM-nya, anggaran dan hal-hal yang
berkaitan dengan pengadaan jurnalis. Paling tidak, kami punya masukan
seperti apa seharusnya mengelola jurnalis, PPID serta call center,
karena itu semua belum ada di kami. PPID sudah jalan, tapi tidak ada
publik information room dan ini menarik,” paparnya.
Sementara itu, Sekretaris Diskominfo
Kota Depok, Adhy Parayudha menjelaskan, keberadaan jurnalis merupakan
nilai plus yang didapat Pemkab Bandung. Begitu pun sejumlah layanan lain
milik Diskominfo Depok, jadi bahan bagi Pemkab Bandung untuk melakukan
pembenahan ke depan.
“Kami menjelaskan bagaimana pengelolaan
informasi di kita. Apa yang kita lakukan dan yang tidak kalah penting
terkait kita mendapatan juara umum keterbukaan informasi publik.
Pencapaian itu menjadi pertanyaan bagaimana mekanisme yang diterapkan di
kita. Baik layanannya maupun sarana dan prasarananya,” pungkas Adhy.
Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih dan Yulia Shoim
Editor: Dunih dan Yulia Shoim
#sahabatcimanggis
#kimcimanggis








