depok – Kelahiran Nabi besar Muhammad Saw yang jatuh pada 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah diperingati secara meriah oleh warga Muslim Depok. Pelaksanaan kegiatan “Sejuta Maulid” berpusat di Masjid Agung Balai Kota Depok dan juga digelar di 63 Masjid di Kota Depok, Minggu Malam (11/12/2016).
Kegiatan berlangsung sangat meriah dengan dihadiri oleh ratusan warga, selain itu juga dilaksanakan interaksi dengan 11 Masjid di tiap kecamatan melalui video conference agar setiap wilayah dapat melihat kemeriahan di masing-masing tempat.
“Ini merupakan bukti bahwa Depok merupakan kota yang sangat mencintai dan menjadikan Muhammad sebagai tauladan,” ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris.
Wali Kota juga mengatakan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan lebih kepada memaknai pada salah satu bentuk arti dari religiusitas yaitu masyarakat lebih dekat dengan agamanya. Pemkot ingin kebersamaan dan gema maulid ini bisa dirasakan oleh masyarakat Kota Depok. Untuk itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dilaksanakan serentak di 63 masjid di seluruh kelurahan di Kota depok.
“Jadi kalau sebelumnya tetap merayakan namun waktunya berbeda-beda, pada tahun ini kami ingin serentak. Tujuannya untuk membuktikan bahwa kita bisa melakukan sesuatu dalam kebersamaan atau lebih kepada silaturahim”, tambahnya.
Ia berharap, peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw ini khususnya bagi umat Islam bukan sebagai pelaksanaan seremonial dan hura-hura belaka. Namun, lebih kepada substansinya yaitu bagaimana bisa meneladani sifat dan sikap nabi, serta mengisi kerukunan kebersamaan umat di Kota Depok.
“Banyaknya peringatan maulid di Depok merupakan bentuk karakter masyarakat Kota Depok yang meneladani nabi besar kita, diharapkan itu bisa menjadi fondasi yang baik bagi Kota Depok,” jelasnya.
Menurut Wali Kota, pihaknya berkeinginan tetap mempertahankan julukan Kota Depok sebagai Kota Sejuta Maulid. Menurutnya, hampir 80 persen masyarakat Depok selalu merayakan Maulid Nabi. Karena itu, Pemkot Depok mentradisikan setiap tahunnya dengan merayakan Gebyar Sejuta Maulid
“Masyarakat sering melaksanakan peringatan maulid dengan waktu dan tempat yang berbeda di tiap wilayah, maka itu kami ingin tradisi ini dipertahankan,” tutupnya.
Penulis: Rysko
Editor: Siti Rahma dan Yulia Shoim
Diskominfo
#sahabatcimanggis (KIM Cimanggis)








