depok.go.id – Upaya mewujudkan program Zero Waste City di Kota Depok terus dilakukan oleh Pemerintah. Salah satunya dengan menerapkan kebijakan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Republik Indonesia dalam menerapkan plastik berbayar.

“Plastik berbayar juga termasuk pendukung dalam Zero Waste City, kami mengajak masyarakat untuk turut serta melakukannya,” tutur Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Kania Parwanti saat dimintai keterangan, Selasa (1/11/2016).

Dirinya menambahkan, bahwa melalui plastik berbayar mampu mengendalikan jumlah sampah kantong belanja plastik yang terus meningkat. Mengingat penggunaan kantong belanja plastik sudah mulai tidak terkendali akibat pemberian kantong belanja oleh pelaku usaha kepada konsumen yang selama ini seolah-olah gratis. Selain itu, hal tersebut juga dapat mengubah kebiasaan konsumen untuk lebih memilih tidak menggunakan kantong belanja plastik sekali pakai dan membawa kantong belanja yang dapat digunakan ulang.

Dalam hal ini, keuntungan yang dirasakan dari dampak plastik berbayar ini adalah secara langsung dapat mengurangi jumlah sampah kantong belanja plastik. Dengan arti bahwa volume sampah plastik dapat berkurang.

Lebih lanjut, wanita yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok ini menambahkan bahwa saat ini penerapan plastik berbayar di Kota Depok sudah berjalan dengan baik. Para pengusaha retail telah menerapkan kebijakan sesuai dengan peraturan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

“Kebijakan ini sudah berjalan dan dampaknya sudah mulai dirasakan, semoga kedepannya dapat terus diterapkan agar jumlah sampah dapat terus menurun sebagai langkah menyukseskan program Zero Waste City di Kota Depok,” tutupnya berharap.

Penulis: Indri
Editor: Siti Rahma dan Yulia Shoim
Diskominfo