Sebanyak 139 siswa SDN Depok 3 menumpang belajar di SDN Depok 1 karena pembangunan tiga ruang kelasnya terhenti 
Sebanyak 9 sekolah SDN pembangunannya harus di cut off pada tahun 2015. Hal tersebut dikarenakan  karena gagal lelang. Akibatnya siswa yang berada di sembilan SD tersebut harus mencari alternatif gedung sekolah lain untuk bertahan mendapat pendidikan.
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Hafid Nasir mengatakan bangunan  sekolah yang harus direhab umumnya bangunan tersebut telah rusak. Menurutnya akhir 2015 pembangunan di sekolah-sekolah tersebut telah dilakukan dan kembali dilakukan di awal 2016 dengan menggunakan anggaran murni namun kembali gagal lelang.
"Salah satu sekolah yang direhab adalah SDN Kalibaru 6 yang beberapa waktu lalu rubuh. Hafid menjelaskan SDN yang berada di Kecamatan Cilodong itu juga mendapat bantuan dari pemerintah untuk  mendapat rehab.“Tiap sekolah yang direhab nanti anggarannya di atas Rp200 juta karenanya harus diadakan lelang.  Tetapi gagal karena pihak pemenang tender merasa rugi dengan harga yang telah disekati,” jelasnya.
Dirinya tak menampik sekolah-sekolah tersebut mengalami penurunan jumlah peminat pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang belum ini berlangsung.
“Jumlah kelas di sekolah-sekolah tersebut masih tetap sama. Tetapi bukannya ada penurunan jumlah peminat, saya rasa masih tetap,” tuturnya.
Ia melanjutkan pembangunan 9 SDN tersebut harus rampung selama tiga bulan ke  depan. “Tender sudah harus dapat dimulai saat ini. Kalau bisa untuk tender nanti harganya dapat representative agar pemenang tender tidak putus dijalan karena memiliki alasan harganya terlalu kecil,” tuturnya.
Sementara itu UPT Cimanggis Mulyadi mengatakan bahwa pembangunan SDN 02 Curug mulai dilanjutkan bulan ini. "ya dilanjutkan bulan ini" tuturnya.