![]() |
| Komitmen FPKS Kota Depok Bersama Ulama |
WartaCimanggis, Pada senin pagi, 22 Juni 2020, Fraksi PKS DPRD Kota Depok menerima rombongan Forum Umat Bersatu kota Depok (FUBD). Pada kesempatan audiensi di gedung DPRD tersebut, rombongan FUBD dipimpin oleh Ketuanya, Habib Abdul Aziz Assegaf, beserta 27 elemen umat pendukung FUBD, yang terdiri atas berbagai perwakilan Majelis Taklim, Pondok Pesantren, Forum Pengajian, dan sebagainya. Sementara dari Fraksi PKS dipimpin langsung oleh Ketua Fraksi Sri Utami, didampingi anggota fraksi Moh Hafid Nasir, Khairulloh, Hengky dan Imam Musanto, serta didampingi tenaga ahli fraksi Adriyana Wira Santana.
Pada kesempatan tersebut, Habib Abdul Aziz sampaikan 8 Maklumat FUBD yang berisi Penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang sempat diajukan dan dibahas di DPR RI. Di antara butir maklumatnya FUBD sesalkan adanya upaya menurunkan derajat ideologi negara Pancasila menjadi di bawah UU. Tidak dimasukkannya TAP MPR tentang Larangan Penyebaran Ideologi Komunisme juga menjadi sumber kecurigaan, seakan menjadi latar belakang adanya pihak tertentu dibalik pengusulan RUU HIP yang ingin menghidupkan kembali ideologi komunisme. Termasuk dengan menghapus sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan menggantinya menjadi Ketuhanan Yang Berkebudayaan. Padahal Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila juga dikuatkan oleh Konstitusi Negara Republik Indonesia UUD 1945. Artinya RUU HIP dianggap ingin merubah Dasar Negara dan Konstitusi Negara sekaligus.
Dalam sambutannya, ketua fraksi PKS Depok Sri Utami merasa tersanjung atas kehadiran FUBD ke DPRD Depok yang menyampaikan aspirasi, yang intinya sejalan dengan sikap FPKS di DPR RI. Bahaya RUU HIP terhadap Ideologi NKRI Pancasila. Seakan melupakan warisan sejarah perjuangan para pendiri negera RI, termasuk diantaranya para alim ulama seperti KH Wahid Hasyim, KH Agus Salim, KH Kahar Muzakkir dan Ki Bagus Hadikusumo, yang turut memberikan andil dalam merumuskan Pancasila. Selanjutnya ia mengatakan akan meneruskan aspirasi ini kepada rekan2 anggota FPKS di DPR RI.
Sekretaris Jenderal FUBD, Abdul Ghofur Natsir, menyatakan di antara yang paling berbahaya dalam RUU HIP antara lain pada rancangan pasal 7 tentang pemerasan pancasila jadi trisila dan ekasila. Selama ini mereka mengaku pembela pancasila tapi sekarang malah mengubah pancasila. Ini patut dicurigai sebagai bentuk balas dendam haluan ideologi komunis. Hampir semua partai turut mendukung pembahasan RUU HIP.
Hanya satu partai yang bisa diharapkan untuk membela umat, yakni PKS. tutup Abdul Ghofur Natsir








