![]() |
| Pendidikan Anak Usia Remaja.kim cimanggis. |
Pendidikan Anak Remaja. Sebagai orang tua, tugas yang paling sulit dalam membesarkan anaknya adalah pada saat anak berangkat dewasa (usia remaja). Di satu sisi anak masih berada dalam dunia kanak-kanaknya tetapi di sisi lain ia mulai masuk ke alam kedewasaan.
Suasana peralihan inilah yg sering membingungkan orang tua krn perubahan perilaku anak. Dimana anak-anak cenderung melawan kehendak orang tua. Di sinilah pentingnya peranan orang tua dalam pendidikan anakterutama pada masa remaja ini.
Perubahan perilaku anak pada masa remaja ini, disebabkan anak-anak mengalami perubahan yang mencakup perubahan fisik, kognitif, sosial dan emosional. Perubahan fisik disebabkan karena masaknya hormon estrogen pada perempuan yg ditandai dengan menstruasi pertama kalinya (menarche) dan hormon testosteron pada laki-laki yg ditandai dg mimpi basah (pollutio). Kemasakan hormon-hormon ini berpengaruh pada kematangan organ-organ reproduksi dan perkembangan ciri-ciri seks sekunder.
Perkembangan kognisi remaja menyebabkan remaja berpikir secara abstrak dan komplek sehingga mereka berpikir mampu mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Dan perkembangan sosial membuat remaja memiliki keinginan yg kuat untuk melepaskan diri dari ikatan keluarga dan melibatkan diri dengan teman-teman sebayanya. Hal ini dilakukan untuk menemukan identitas dirinya dan mendapatkan peran sosial sebagai pribadi yang dewasa. Dan yang terakhir yaitu perubahan emosional, erat kaitannya dengan kematangan hormon yang terjadi pada remaja dan biasanya ditandai dengan emosi yang tidak stabil dan penuh gejolak.
Dalam keadaan seperti inilah sangat dibutuhkan dukungan penuh dari orang tua untuk membantu remaja mengatasi berbagai masalahnya, sehingga makin rendah remaja akan mengalami stres yang berpengaruh terhadap perubahan perilakunya. Karena banyak orang tua menyerahkan begitu saja pendidikan anaknya hanya kepada guru di sekolah.
Komunikasi Dengan Remaja
Salah satu aspek yg penting dalam proses pendidikan anakyang juga merupakan sumber rangsangan dalam membentuk kepribadian anak adalah komunikasi, baik verbal maupun non verbal. Dengan keterbukaan melalui komunikasi inilah yang dapat menumbuhkan kepercayaan anak bahwa dirinya diterima dan dihargai sebagai manusia. Sebaliknya bila tidak terjadi komunikasi yang baik maka besar kemungkinannya akan mengganggu kesehatan mentalnya.








