Longsor di Puncak Waspada Cuaca Ekstrim Masih Berlangsung - Kim Cimanggis
Tanah longsor menutup jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Akibatnya, jalur tersebut ditutup total.

Ada 4 titik longsoran, yakni di Attawun, Widuri, Grand Hill, dan Riung Gunung.

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama megungkapkan, longsoran yang terjadi di empat titik tersebut terbilang parah, hingga menutup badan jalan.

“Longsoran terjadi sekitar pukuk 08.30 WIB. Hujan masih turun, dan berkabut,” kata Hasby kepada wartawan, Senin (5/2/2018).

Akibat terjadinya longsor ini, jalur dari Jakarta-Bogor ke arah Puncak-Cianjur dialihkan melalui jalur Sukabumi. Sedangkan jalur dari Cianjur menuju Bogor-Jakarta dialihkan melalui jalur Jonggol.

“Karena longsor, jalur sementara kita alihkan lewat Sukabumi. Jalur yang dari Cianjur dialihkan lewat Jonggol,” kata Hasby.

Saat ini masih dilakukan evakuasi dan pengerukan tanah longsoran. Sejumlah alat berat mulai berdatangan untuk mengangkut tanah-tanah yang menutupi jalan raya.

Keempat titik longsor di Puncak tersebut antara lain;

Di Panimbangan Kecil, Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua (bahu jalan amblas) tanah menutup sebagian bahu jalan .

Di sekitar Masjid Atta’Awun, Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua (tanah menutup jalan).

Di Villa Pengayoman / Kehakiman Kp. Cibeureum RT.02/03 Ds. Cibeureum Kec. Cisarua.

Di Kp. Babakan Rt. 03/04 Ds. Cibeureum (tanah menutup jalan).

Cuaca Ekstrim
Sementara itu Kabag Humas BMKG, Hary Tirta mengungkapkan longsoran terjadi akibat tanah mengalami kejenuhan setelah diguyur hujan selama seminggu terakhir secara berturut-turut.

“Bahkan dalam 3 hari terakhir, hujan terus turun setiap saat. Sehingga tanah mengalami jenuh, dan akibatnya tanah tergerus air,” kata Hary.

Hary mengungkapkan, kemungkinan besar dalam tiga hari ke depan kondisi cuaca masih dalam posisi ekstrim.

“Bulan Desember, Januari, Februari merupakan puncak musim hujan. Kita tidak tidak boleh lengah. Khususnya intenitas hujan lebat yang bisa mencapai durasi 3-5 jam,” katanya.

Menurut Hary, cuaca ekstrim diperkirakan akan terkonsentrasi di derah Jabodetabek, khususnya di bagian selatan dan timur.

Karena itulah, katanya, daerah potensi longsor di lereng-lereng, harus selalu diwaspadai, mengingat curah hujan masih akan berlangsung signifikan.