![]() |
| Wali Kota Depok Mohammad Idris melaunching Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Aula Kecamatan Cipayung, Rabu (01/03/17). (Foto : Bima/Diskominfo) |
“Dari 37 target e-warong di Kota Depok, yang terbangun saat ini baru empat, jadi masih kurang 33. Kami harap warga segera menyerahkan proposal, karena dengan membuka e-warong, selain untuk mempermudah warga yang ingin menggesek voucher, pedagang juga ikut sejahtera dengan berbagai keuntungan yang didapat,” ujar wali kota usai melaunching Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Aula Kecamatan Cipayung, Rabu (01/03/17).
Dia juga menjelaskan, nantinya proposal e-warong yang disetujui oleh Kementerian Sosial akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 10 juta. Dana ini nantinya bisa digunakan sebagai kebutuhan warung, seperti spanduk, etalase serta berbagai kebutuhan lainnya.
“Nantinya e-warong akan memiliki 165 ribu jaringan nasional dan kerjasama dengan Bulog. Saat ini, e-warong masih didampingi oleh Kelompok Usaha Bersama-Program Keluarga Harapan (KUBE-PKH). Ke depan, kami ingin e-warong penyaluran bantuannya bisa dikelola ibu-ibu rumah tangga, gabung dengan kelompok usaha bersama,” jelasnya.
Ia menyebut, sejumlah bahan pokok yang bisa dikonversi di e-warong adalah beras dan gula. Penentuan nilai konversi dua komoditas pokok tersebut berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Dengan cara itu, harga komoditas tak akan melambung melebih HET, seperti yang kerap terjadi di pasaran.
“Sistem e-warong bisa mencegah warga membelanjakan bantuan yang diterimanya di luar kebutuhan pokok. Karena, bantuan yang diberikan berupa non tunai. Selain dinilai lebih tepat sasaran, data penerima bantuan bisa diperbarui setiap saat oleh masing-masing pemerintah daerah,” tandasnya.
Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih dan Yulia Shoim
#sahabatcimanggis
#kimcimanggis








