Ketua Komisariat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Kota Depok, Bagus Tri Raharjo memberikan sambutan dalam seminar awam kanker serviks di Aula Balai Kota Depok, Rabu (22/03/2017). (Foto: Guntur/Diskominfo)
Rasio penderita kanker serviks saat ini mencapai 14 orang dari 10.000 penduduk di Indonesia. Kebanyakan dari para penderita kanker serviks belum menyadari dirinya sudah mengidap penyakit tersebut. Sehingga banyak yang sudah terlanjur terjangkit hingga stadium lebih lanjut.
“Dalam mencegah terserang penyakit kanker serviks. dapat dengan melakukan pemeriksaan berkala organ kewanitaan selama satu tahun sekali,” kata Ketua Komisariat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Kota Depok, Bagus Tri Raharjo kepada depok.go.id, Rabu (22/03/2017).
Menurutnya, dengan pendeteksian dini melalui pemeriksaan berkala, maka dapat mencegah semakin parahnya penyakit kanker serviks.
“Untuk deteksi dini bisa dengan melakukan screening Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan pap smear di puskesmas dan bidan praktek mandiri selama satu tahun sekali,” katanya.
Dirinya pun berharap, dengan pendeteksian sejak dini dapat menurunkan jumlah penderita kanker serviks, khususnya yang ada di Kota Depok. “Kami imbau warga Depok melakukan pendeteksian sejak dini. Semoga dapat menekan jumlah penderita kanker serviks,” ujarnya.
Dikatakannya, POGI Depok mengimbau kepada masyarakat agar melakukan pencegahan penyebaran penyakit tersebut. Selain itu, cara lain mencegah kanker serviks dapat juga dengan melakukan vaksinasi.
“Sebenernya untuk kanker serviks sudah ada vaksin untuk mencegahnya yaitu vaksin Human Papilloma Virus (HPV),” ucapnya.
Bagus menambahkan, pemberian vaksin dapat dilakukan di setiap rumah sakit di Kota Depok. Untuk pembiayaannya, sambungnya, saat ini masih menjadi tanggungan pribadi.
“Namun kami berupaya untuk bersinergis dengan Dinas Kesehatan Depok agar pemberian vaksin tersebut dapat dilakukan secara gratis,” tandasnya.
Penulis: Guntur Widyanto
Editor : Retno Yulianti
 
#sahabatcimanggis
#kimcimanggis