Ilustrasi day care bagi lansia. (Foto:Istimewa)
Kaum lansia biasanya lebih sensitif. Mereka memerlukan perhatian yang lebih. Bahkan dalam keluarga, lansia perlu dukungan hangat dan merasa dianggap. Karena itu, di bawah kepemimpinan Mohammad Idris dan Pradi Supriatna memiliki program Depok Sahabat Lansia yang sedang gencar disosialisasikan.
Penasehat Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Depok, Yuyun Wirasaputra mengatakan pihaknya ingin Pemkot  Depok mengadakan Day Care bagi para lansia. Sebab, dengan adanya Day Care dapat sebagai wujud perhatian Pemkot terhadap lansia.
“Selama ini banyak para lansia yang kurang mendapat perhatian dari keluarganya. Pada akhirnya mereka ditangani oleh para suster biasa. Hal ini yang kurang tepat, sebab diperlukan penanganan khusus bagi para lansia,” jelas Yuyun kepada depok.go.id, Rabu (01/02/2017).
Yuyun mengatakan, dalam Day Care, para lansia perlu diajarkan mengenai beberapa keterampilan. Agar para lansia dapat lebih produktif lagi dalam mengisi waktunya.
“Intinya agar para lansia ini tidak menganggur, tidak cepat pikun. Jadi waktu pagi, saat keluarga mereka datang untuk menitipkan.Kemudian mereka diajarkan berbagai keterampilan. Untuk pengisi materi pelatihan kita bisa undang dari berbagai institusi pendidikan yang ada di Depok,” paparnya.
Dia menuturkan peran keluarga perlu lebih ditingkatkan lagi keterlibatannya. Sehingga terbangun sinergitas yang baik antara masyarakat dengan Pemkot Depok dari segi pelayanan lansia.
“Keluarga juga perlu diberi pelatihan mengenai cara menghadapi dan mengurus para lansia,” katanya.
Ia berharap, dengan diberikan pelatihan untuk lansia bersama keluarganya, dapat mewujudkan Kota Depok yang ramah dan peduli terhadap lansia. Sehingga program Depok Sahabat Lansia juga dapat terwujud.
“Bahkan bila diperlukan, kami akan mendorong Pemkot agar dapat menyediakan gedung penitipan khusus lansia,” tutupnya.
 
 
Penulis: Guntur
Editor: Retno Yulianti
 
 
#sahabatcimanggis
#kimcimanggis