![]() |
| Ilustrasi TB. (Foto : Istimewa) |
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok
cukup serius dalam menangani penyakit tuberkulosis (TB). Keseriusan ini,
membuat angka kesembuhan pasien TB cukup tinggi, sehingga resiko
penularannya kepada orang sehat bisa dicegah seminimal mungkin.
“Jumlah kasus TB paru maupun TB ekstra
paru, angka kesembuhannya di tahun 2015 sebesar 81,9%,” jelas Sekretaris
Dinas Kesehatan Kota Depok, Ernawati Sulistijaningrum Sanjoto, Jumat
(24/03/2017).
Ia juga menambahkan, penyakit TB ini
diakibatkan dari bakteri yang bernama mycobakterium tuberculosis. Untuk
penyembuhannya dibutuhkan waktu minimal 6 bulan.
“Lamanya waktu penyembuhan mengakibatkan
angka putus minum obat menjadi tinggi, sehingga kejadian multidrug
ressistance (MDR) menjadi tinggi juga,” sebutnya.
Dikatakan Erna, berdasarkan data Dinas
Kesehatan Kota Depok tahun 2016, terdapat 2831 kasus TB. Namun, dari
jumlah kasus itu, hanya 39 orang yang dinyatakan positif menderita TB
MDR di Kota Depok. Ini menjadi tanggung jawab semua pihak, karena
pengobatan penderita TB MDR membutuhkan waktu lebih lama dan dibutuhkan
biaya yang tinggi.
“Karena itu kita selalu
mensosialisasikan bahaya penyakit TB. Masyarakat selalu kita ajak untuk
melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ujarnya.
Untuk memaksimalkan pelayanan, Dinas
Kesehatan juga telah melengkapi fasilitas pemeriksaan bagi penderita TB
di setiap Puskesmas di Kota Depok. Diharapkan masyarakat dapat
menggunakan layanan tersebut, agar angka TB bisa terus ditekan sekecil
mungkin.
“Adanya jenis penyakit yang menyerang
penurunan kekebalan tubuh seperti HIV/AIDS juga menambah panjang angka
penderita TB, itu karena daya tahan tubuh dari pengidap HIV/AIDS yang
rendah menjadi rentan terkena bakteri TB,” tandasnya.
Penulis : Agus
Editor: Dunih dan Yulia Shoim
Editor: Dunih dan Yulia Shoim
#sahabatcimanggis
#kimcimanggis








