BAGAIMANA MENJADI ENTREPRENEUR MUDA YANG KAYA SEGALANYA?

Sebelum diulas lebih lanjut, lebih baik kita pahami dulu apa arti dari entrepreneurship. Istilah entrepreneurship pertama kali dikenalkan pada abad ke-18 oleh seorang ekonom berkewarganegaraan Irlandia, Richard Cantillon. Beliau mengartikan entrepreneurship sebagai “The agent who buys means of production at cerium prices in order to combine them into a new product.”

Sementara menurut S.Wijandi, kewirausahaan adalah suatu sifat keberanian, keutamaan dalam keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri.

Peter Drucker, seorang pemikir manajemen Amerika Serikat lebih  mengartikan entrepreneurship sebagai aktivitas yang secara konsisten dilakukan guna mengkonversi ide-ide yang bagus menjadi kegiatan usaha yang menguntungkan.

Mampu secara cerdas dan tetap waras tanpa uang” – Kyosaki
(Disarikan dari Hisrich, R.D. dkk, 2005. Enterpreneurship. sixth edition. New York:McGraw-Hil)

Kembali lagi ke point awal, entrepreneur muda yang kaya segalanya akan selalu berusaha memperbaiki diri secara nilai ekonomi dan sosial sedini mungkin, namun tetap mengedepankan nilai agama sejajar dengan orientasi dunia.

Tapi bagaimana? Sesuai judulnya, jelas muda menjadi modal utama. Mengapa? Karena dengan masih muda, semangat, daya pikir, dan kondisi tubuh yang masih fit dan optimal. Hal ini yang menjadi penunjang awal dalam memulai usaha nanti.

Berikutnya, tanamkan mindset bahwa jangan hanya mencari kekayaan duniawi, tapi juga akhirat. Seimbangkan antar keduanya.

Selain hal-hal di atas, di bawah ini adapula beberapa tips dan trik yang perlu diketahui tentang bagaimana menjadi pengusaha muda yang kaya segalanya versi Revoluside.

Apa saja? Simak 10 poin berikut.

1. Perluas konektivitas.

“Entrepreneur yang kuat adalah yang memiliki kustomer internasional. Namun kriteria tersebut merupakan hal yang paling sulit..” – Country Managing Partner Ernst & Young Indonesia, Hari Purwantono.

Kenalan, jaringan, atau konektivitas memang sangat berpengaruh dalam setiap usaha. Perlu banyak bersosialisasi dan belajar dengan banyak orang, terutama dengan pengusaha yang sudah sukses. Konektivitas bahkan dianggap menjadi kendala utama bagi para pengusaha Indonesia, khususnya bagi start up untuk mulai masuk ke pasar global.

Untuk itu, sebelum memulai usaha, memperluas jaringan mutlak diperlukan. Sehingga nantinya jaringanlah yang akan melancarkan promosi, subtitusi, supply, maupun pemasaran produk usaha kita nantinya.

2. Hilangkan stereotype bahwa memulai usaha harus memiliki modal besar.

Hal ini merupakan isu. Menjadi pengusaha tidak selalu berkata tentang modal yang besar. Ibarat bola bekel karet yang kita letakkan di lantai, jika kita tepuk-tepukan perlahan namun dengan rasio tepukan yang meningkat, lama kelamaan bola bekel ini pun akan memantul.

Ini artinya, pengaruh terbesar ada pada keseriusan dan kerutinan, bukan modal. Apapun calon bidang usaha yang akan digeluti, disarankan untuk tetap fokus di sana, ikhtiar, maka bukan tidak mungkin usaha akan berkembang.

3. Entrepreneurship tidak turun temurun, tapi hasil didikan.

Memang banyak fakta di dunia ini terutama di Indonesia yang menunjukkan banyaknya pengusaha yang memiliki perusahaan yang diperoleh secara turun temurun. Tapi di samping itu, buktinya banyak pula pengusaha-pengusaha sukses bermunculan yang notabenenya mereka ciptakan usahanya sendiri, bukan hasil pemberian atau warisan keluarga.

Jangan salah, banyak survey yang menyatakan bahwa pengajaran kewirausahaan dari seminar sangat efektif dalam memperdalam wawasan kewirausahaan para pengusaha. Jadi, jangan pernah ragu mengikuti seminar kewirausahaan.

4. Cari peluang dan kesempatan sebaik-baiknya.

Pernah memperhatikan invasi es capucino cincau? Gehu jeletot? Atau Piscok meler?
Sudah terbukti bahwa owner mereka adalah pengusaha-pengusaha yang cerdas memilih moment. Mengapa?

Mereka sangat jeli terhadap permintaan pasar yang berubah-rubah dan cenderung aneh-aneh. Di sinilah inovasi sebuah produk berbicara. Mereka berhasil membuat customer-customernya ketagihan hingga dapat melebarkan sayap usaha mereka kemana-mana.

Intinya, inovasi dalam peluang yang terlihat disarankan harus segera termanfaatkan, dan usahakan produk usaha yang akan digeluti bukanlah produk musiman, melainkan yang senantiasa dibutuhkan pasar.

5. Yakinkan lingkunganmu bahwa usahamu akan berhasil.

Faktanya, banyak kejadian yang dialami para bakal calon pengusaha yang menentang mereka untuk memulai usaha. Terutama bagi mereka yang masih berstatus sebagai pelajar ataupun mahasiswa.

Dengan berbagai alasan seperti mengganggu pendidikan, tidak ada biaya untuk modal, khawatir resiko merugi, ya hal-hal ini pun masih sering dirasakan hingga sekarang. Entah orang tua, teman-teman ataupun lingkungan masyarakat yang meragukannya. Namun perlahan tapi pasti, dengan bekal pengetahuan yang cukup, kita harus buktikan bahwa kita mampu menjadi entrepreneur muda yang kaya segalanya.

6. Hilangkan rasa gengsi

Memulai usaha dari nol memang hal yang tidak mudah. Banyak hal yang harus dilawan, salah satunya rasa gengsi.

Jelas memang pada tahap awal memulai usaha, semua bidang pengelolaan kita yang pegang, dari proses pra-produksi, produksi, hingga promosi dan penjualan. Di titik pemasaran inilah rasa gengsi kerap muncul.

Kita terkadang enggan melanjutkan usaha hanya karena takut diejek atau dihina oleh teman ataupun lingkungan karena gemar berjualan. Harus berkeliling lah, berjualan via media sosial lah, menjajakan di toko-toko lah, tak ayal jika banyak orang yang akan tidak suka terhadap kita.

Kawan, percayalah akan pepatah yang mengatakan bahwa, semakin tinggi pohon, semakin kencang terpaan angin.

7. Atur management usaha dengan kehidupan pribadi.

Jangan bebas mencampur-adukkan urusan usaha dengan kehidupan pribadi.

Sangat disarankan bahwa kita harus pintar mengatur waktu dan memporsikannya sesuai kebutuhan. Skala prioritaskan sebelumnya, mana urusan bisnis dan mana urusan pribadi (keluarga, pacar, pendidikan, pergaulan, hobi, dll).

Karena jika tidak, keduanya bisa jadi berantakan, dan bukan tidak mungkin memperbesar kegagalan usaha.

8. Kuasai konsep dan strategi bisnis.

Jangan pernah melupakan konsep bisnis.
Konsep bisnis jelas mempengaruhi konsistensi bidang usaha. Mengapa?

Dalam sebuah negara, UUD adalah pondasi penyelenggaraanya, begitu pun dalam sebuah usaha, konsep bisnis pun sebagai pondasinya.

Dari awal pengembangan, kita sangat dianjurkan untuk paham konsepnya, mengerti tujuan usahanya, bagaimana memperoleh bahan baku produk dan seperti apa metode pemasarannya. Fokus terhadap hal-hal tersebut dan konsisten.

INI YANG PALING PENTING!

9. Orientasikan usaha untuk ibadah

Percuma saja jika segala perjuangan untuk memulai dan mengembangkan usaha tidak diridhai Allah SWT.

Cobalah untuk taat kepada setiap perintahnya, ikhtiar dan perbanyak berdoa, jangan pernah bermain curang terhadap kustomer maupun pengusaha lain. Jalankan bisnis secara jujur agar mendapatkan keberkahan, bukan uang semata.

10. Sisihkan rezeki untuk kemashlahatan ummat

Zakat, infaq, dan shodaqoh memiliki fungsi tersendiri dalam perjalanan usaha kita menurut agama. Semakin banyak harta yang kita sisihkan untuk kemashlahatan ummat dengan bentuk dan tujuan apapun, niscaya usaha akan semakin maju dan sejahtera.


#sahabatcimanggis
#kimcimanggis