![]() |
Anggota Komisi C DPRD Depok, Sri Utami
gencar dalam melakukan kegiatan penyelamatan lingkungan dengan melakukan
pengolahan sampah. Menurutnya, upaya tersebut merupakan bentuk
mewujudkan Depok Smart Healthy City dan Depok Zero Waste City.
“Jadi pengelolaan sampah berbasis
kawasan itu penting, karena diharapkan akan menyelesaikan problem sampah
sejak dari sumbernya yakni rumah tangga,”katanya kepada depok.go.id, Minggu, (19/02/2017).
Dirinya yang juga sebagai Anggota Badan
Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD) DPRD Depok itu bersama dengan warga
menginisiasi pembentukan bank sampah. Dikatakannya, melalui bank sampah
warga dapat melakukan pemilihan serta pengolahan sampah. Karena itu,
antusiasme warga sangat tinggi, sehingga saat ini sudah ada sekitar 70
bank sampah di Kecamatan Cimanggis.
“Kegiatannya yaitu pemilahan sampah
antara non organik dan organik, kemudian bekerjasama dengan Dinas
Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), untuk diolah di unit pengolahan
sampah (UPS). Selain itu, ada warga yang membuat kerajinan dari limbah
non organik menjadi tas, taplak, dan sebagainya,” terangnya.
Kendala yang dihadapi bank sampah,
sambung Sri, yaitu sulitnya memasarkan hasil kerajinan yang sudah
dibuat. Karena itu, dia menganjurkan kepada warga agar membuat kerajinan
yang harganya terjangkau dan modelnya menarik.
“Kalau tas harganya mahal sekitar Rp 200
ribu, sehingga orang berfikir ulang untuk membeli, maka saya arahkan
untuk membuat souvenir pernikahan kecil seperti dompet yang harganya
terjangkau atau tatakan gelas juga bisa. Yang penting harganya
terjangkau dan modelnya menarik,” tambahnya.
Dia menghimbau warga Depok untuk memulai
dan serius untuk bertanggung jawab terhadap sampah. Kondisi Tempat
Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Cipayung, Kota Depok juga sudah
kritis. Sebab, ketinggian sampah sudah membahayakan dan sulit diperluas.
Sehingga masyarakat harus turut berperan membantu menyelesaikan
permasalahan sampah.
“Karena hal ini juga merupakan amanah
pemerintah pusat yang menargetkan Indonesia bebas sampah 2020, sinergis
juga dengan program pemerintah Depok yang ingin menjadikan Depok Zero Waste City,” tutupnya.
Penulis: Nur Afifah Putri
Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita
#sahabatcimanggis
#kimcimanggis








