![]() |
| Taman Balaikota Depok. (Foto : Diskominfo) |
depok. – Rencana pembangunan alun-alun di tengah kota terus dimatangkan Pemkot Depok. Alun-alun yang akan dibangun di kawasan Grand Depok City itu, juga akan dilengkapi sarana publik untuk ruang interaksi warga Depok.
Kepala Bidang Program Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bapplitbangda) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni mengatakan, Pemkot Depok menyiapkan lahan sekitar 3 hektare untuk pembangunan alun-alun dengan dana yang ditaksir sekitar Rp 176 miliar.
Nantinya alun-alun tersebut, tidak hanya untuk penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) saja. Tapi, juga dapat dinikmati sebagai sarana aktivitas masyarakat.
“Inginnya tidak hanya sebagai taman saja, tapi juga ada ruang publik untuk masyarakat,” tuturnya, Kamis (09/02/2017)
Dirinya mengatakan, Bapplitbangda secara makro menginginkan adanya ruang publik di alun-alun tersebut, seperti sarana ibadah, aula pertemuan, dan tempat untuk UMKM berjualan. Sehingga nantinya alun-alun tersebut menjadi sarana yang terintegrasi. Alun-alun juga dirancang layak untuk anak-anak, lansia, remaja dan juga termasuk para penyandang disabilitas.
“Rencananya seperti itu, makanya pengerjaannya ada di Disrumkim. Kalau hanya berupa taman bisa saja dilimpahkan ke DKLH, tapi karena nantinya ada bangunan lain, jadinya masuk ke Disrumkim,” ujarnya.
Dirinya melanjutkan, setelah tahap pembebasan lahan ini selesai, baru akan dilanjutkan dengan tahap pembangunan. Mengenai Detail Engineering Design (DED), itu menjadi ranah Disrumkim dan rencananya juga akan melibatkan masyarakat dalam pembuatan DED.
“Masyarakat akan kami libatkan, agar ada rasa memiliki. Agar alun-alun tersebut dapat terpelihara dengan baik,” tutupnya.
#SahabatCimanggis
#KIMCimanggis








