![]() |
| Petugas dishub membantu angkot yang mogok agar tidak menghambat lalu lintas. (Foto : Agus/Diskominfo) |
Sebanyak 140 personel Dinas Perhubungan
(Dishub) setiap hari disiagakan untuk mengatur lalu lintas di Kota
Depok. Jumlah petugas yang cukup signifikan itu, dibagi menjadi dua shift dengan wilayah tugas tersebar di sejumlah titik strategis di Kota Depok.
Kepala Bidang Bimbingan dan Ketertiban
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Sariyo Sabani mengatakan, dari
140 petugas di lapangan yang mengatur kepadatan lalu lintas di Depok,
dibagi menjadi dua kelompok. Untuk petugas pagi hari terdapat 70 petugas
dan sore hari juga terdapat 70 petugas.
“Mereka disebar ke beberapa titik yang sering terjadi kepadatan arus lalu lintas,” ujarnya, Selasa (14/02/2017).
Sariyo menyebutkan, petugas yang ada di
lapangan dipimpin 12 komandan regu dan 4 koordinator lapangan. Untuk
personel yang mendapat tugas pagi dimulai pukul 06.00 sampai pukul
12.00, sedangkan yang bertugas siang mulai pukul 13.00 sampai dengan
pukul 20.00
“Kadang untuk yang siang sampe malam
melebihi jam tugasnya, karena memastikan kondisi lalu lintas harus
berjalan lancar,” ungkapnya.
Ia berharap, semua personel Dishub yang
mengatur kepadatan lalu lintas agar konsisten dalam bekerja. Karena ini
adalah bentuk pelayanan Dishub Kota Depok terhadap warga Depok.
“Walaupun jumlah personel yang kita
miliki masih kurang, tapi itu bukan sebuah hambatan bagi kita untuk
memaksimalkan pelayanan kepada warga Depok,” tegasnya.
Selain itu, Dishub juga menempatkan
personelnya sebagai petugas Unit Reaksi Cepat (URC) yang bertugas
mengatur lalu lintas di daerah GDC sampai dengan Stasiun Depok Lama.
Selanjutnya di Ramanda, perempatan Margonda-Juanda, Pondok Cina dan
Kober UI. Sedangkan untuk daerah barat berada di perempatan Parung
Bingung, perempatan Dewi Sartika Nusantara dan Jalan Raya Muchtar,
Sawangan.
Penulis : Agus
Editor: Dunih dan Yulia Shoim
Editor: Dunih dan Yulia Shoim
#sahabatcimanggis
#kimcimanggis








