Ketua KTNA Kecamatan Sukmajaya, Rudi Murodi. (Foto : Indri/Diskominfo)

depok – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Sukmajaya menargetkan makanan olahan yang dihasilkan dapat terbebas dari bahan pengawet berbahaya seperti formalin dan boraks. Upaya ini penting dilakukan agar masyarakat selaku konsumen terbebas dari bahan berbahaya yang berpotensi mengganggu kesehatan tubuh.
Ketua KTNA Kecamatan Sukmajaya, Rudi Murodi menjelaskan, pihaknya menargetkan hingga tahun 2018 nanti sudah tidak lagi ditemui makanan yang mengandung formalin. Selain mengganggu kesehatan, dapat juga merusak berbagai organ dalam tubuh.
“Insya Allah 2018 makanan olahan di Sukmajaya dapat terbebas dari formalin,” tuturnya, Selasa (17/01/2017).
Dirinya menambahkan, tanpa menggunakan formalin atau bahan berbahaya lainnya pun makanan olahan yang dihasilkan dapat bertahan dalam waktu yang lama. Ia menyarankan, pelaku UKM juga dapat menggunakan bahan pengawet organik yang lebih aman bagi kesehatan.
Menurutnya, penggunaan bahan pengawet yang aman dikonsumsi sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 722/1988. Adapun di antaranya asam benzoat, asam propionat, asam sorbat, belerang dioksida, serta kalium benzoat.
“Masih banyak pelaku UKM yang memanfaatkan ikan sebagai bahan dasar makanan olahan, ini akan kami imbau agar mereka tidak menggunakan bahan berbahaya,” tambah lelaki yang juga memiliki usaha pakan ikan tersebut.
Terakhir, Rudi berharap target yang diinginkan dapat terealisasi. Tentunya itu harus mendapat dukungan dari seluruh pelaku UKM di Kota Depok. Dengan begitu, masyarakat yang mengonsumsi dapat merasa aman dari kandungan zat berbahaya yang kerap digunakan untuk mengawetkan makanan.
#Sahabatcimanggis
#KIMCimanggis