![]() |
| Wali Kota Osaki Yasuhiro Higashi sedang menunjukin buku profil Kota Osaki. (Foto : Bima/Diskominfo) |
depok. – pemanfaatan sampah menjadi barang layak pakai kini tidak bisa lagi dipandang remeh. Bahkan, kerjasama antara Kota Depok dan Kota Osaki Jepang juga terkait pengelolaah sampah menjadi barang terpakai. Rencananya proyek ini digadang-gadang akan menjadi percontohan bagi seluruh kota dan kabupaten yang ada di Indonesia.
“Jika kerjasama ini berhasil dan mampu memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, maka Depok menjadi pilot project terselenggaranya sistem pengelolaan sampah yang menganut sistem di Osaki Jepang, dan nantinya akan menjadi contoh bagi kota maupun kabupaten se-Indoensia,” ujar Wali Kota Osaki Jepang Yasuhiro Higashi usai melakukan kunjungan di Balaikota Depok, Jumat (27/01/17).
Dirinya mengaku optimis, Kota Depok mampu menerapkan pengelolaan sampah seperti di Kota Osaki Jepang. Dengan pengalaman yang sudah sembilan tahun mengubah sampah menjadi barang yang bisa dimanfaatkan, menjadikan Kota Osaki mempunyai pengalaman di bidang persampahan. Karena itu, pihaknya akan membimbing serta memberi pendampingan terhadap Kota Depok yang baru akan melakukan hal yang sama.
“Hal ini bisa sama-sama kita wujudkan dengan semangat gotong royong, bagaimana sampah lingkungan diubah menjadi sampah daur ulang. Saat ini, melihat Kota Depok sudah memberikan rekomendasi mode percontohan, dengan Jalan Margonda-nya yang tertata rapi dah tidak ada sampah di jalan. Ini merupakan awal yang baik untuk membangun sistem kebersihan,” puji Yasuhiro.
Senada dengan itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan kesiapannya untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang modern. Menurutnya, Kota Osaki dianggap oleh Jepang sebagai rujukan utama bagi kota-kota di Jepang dalam hal recycle center.
“Dengan pengalaman yang sudah ada, kami yakin Kota Osaki mampu memberikan sistem yang tepat dalam pengelolaan sampah. Dimulai dari sosialisasi, pelatihan untuk SDM-nya, bahkan alatnya pun akan dibantu dan difasilitasi oleh JICA,” katanya.
Untuk memulai langkah konkret, Pemkot Depok meminta tim Osaki untuk melakukan kajian limbah dan kajian sosial terhadap dampak yang akan ditimbulkan. Dirinya juga berharap, kerjasama dengan JICA tetap berlangsung untuk mencari solusi terhadap volume sampah yang setiap hari bertambah.
#SahabatCimanggis
#KIMCimanggis








