Safawi ayah AKP Safran
(Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)
DepokNews- Salah satu korban jatuhnya pesawat M-28 Sky Truck dengan nomor regristrasi B-4201 milik Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri), AKP Safran dikenal dengan kedisiplinan tingginya.
Ayah AKP Safran, Safawi mengatakan jika anaknya dikenal dengan kedisiplinan sejak kecil. Safawi juga mengungkapkan sebulan lalu adalah saat terakhir dirinya berjumpa dengan Safran.
“Nggak ada firasat apa-apa, namun sehari sebelum itu saya nggak bisa tidur, nggak tahu bisa begitu. Semoga bisa ditemukan dengan selamat, saya minta doanya,” ungkap Safawi.
Dirinya menceritakan sebelum ia ditugaskan ke Palembang, Safran sempat mengajak keluarga nya jalan-jalan ke Malaysia.
“Kalau ketemu, ngobrol jarang bicarakan pekerjaan, ngobrol ringan-ringan aja. Dia memang dari kecil itu disiplin, hobinya pramuka dan ngaji,’ terangnya.
Lepas lulus SMA, lanjut Safawi, Safran sempat kuliah di ITB Bandung jurusan Geofisika. Di Bandung, Safran tinggal bersama adik ayahnya. Selama di Bandung, Safran sering melatih fisiknya agar bugar. Tidak sampai selesai kuliah di ITB, Safran melanjutkan dan memilih pendidikannya di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Curug Banten.
“Dia angkatan 56, masuk ke STPI tahun 1998. Dia sudah keliling nusantara, paling sering ke Papua naik helikopter. Keberangkatanya dia yang kemarin ke Palembang, seperti pulang kampung. Pulang ke daerah asalnya,” terangnya.
Rasa was-was dan khawatir juga dirasakan paman korban, Syaiful. Dia mengenal Safran sebagai sosok yang baik dan santun.
“Kami terus berdoa semoga ada kabar baik,” ucapnya.
Ia menambahkan terakhir bertemu Safran yakni dua minggu lalu. Ketemu, ngobrol-ngobrol hangat, biasa aja, dirinya tidak merasa ada firasat apa-apa.
“Ketemu waktu acara pesta keluarga,” tambahnya.
Dia mengatakan kepergian Safran ke Palembang karena ia akan ditugaskan disana.
“Rencana mau ke Polda Sumsel sebelumnya dia di Papua. Kemarin itu penerbangan dia dari Pondok Cabe,” katanya.
Sementara itu teman kerja Safran, AKP Agus Sumaryanto menuturkan jika ia mengenal Safran sebagai sosok yang baik, disiplin dan tegas.
“Saya kenal dia dari sekolah di Curug. Sosoknya disiplin, tegas dan baik. Yang diobrolkan terakhir kami bicara tentang ultah Polairud yang sebentar lagi. Nggak ada firasat apa-apa,” tuturnya.
Ia menjelaskan jika Safran bertugas di penerbangan Pondok Cabe sejak 2004.
“Kemarin itu dia mau tugas ke Palembang, dia sebagai penumpang disitu tapi sebelum batam lose contact. Dia orangnya perhatian sama teman, saya harap ada kabar baik,” tutupnya.(mia)