![]() |
| Add caWibi Noviardi, Staff Direktorat Pengembangan Pita Lebar Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo. (Foto : Nurul/Diskominfo)ption |
depok – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, pada tanggal 1 Desember 2016 mendatang telah siap launching Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112. Rencananya, Kota Depok akan menjadi 4 Kota pertama se-Indonesia bersama Kota Tangerang, Kota Bandung, dan Kota Bogor yang akan go live secara serentak.
Wibi Noviardi, Staff Direktorat Pengembangan Pita Lebar Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo menjelaskan, meskipun layanan emergency call 112 ini gratis dan bisa dihubungi melalui perangkat telepon seluler maupun telepon kabel, tetapi sebaiknya masyarakat Depok tidak menyalahgunakan layanan telepon ini dengan tidak bertanggungjawab atau sekadar iseng-iseng saja.
“Kami berharap layanan telepon gawat darurat ini bisa dipergunakan masyarakat Depok dengan sebaik-baiknya, jangan membuat panggilan yang hoax, bahkan iseng-iseng,” ucap Wibi, di Hotel Santika, Senin (28/11/2016).
Karena, katanya, dalam Permen Kominfo Nomor 10 tahun 2016 tentang Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat, bagi yang suka menelepon iseng-iseng ini bisa terkena sanksi pidana. Meskipun demikian, Wibi menjelaskan pemberlakuan aturan tersebut tidak akan langsung mengarah ke pidana.
“Di awal-awal peluncuran ini kami bersama Diskominfo Kota Depok akan menggencarkan sosialisasi ke masyarakat terkait keberadaan nomor darurat 112 ini,” sambungnya.
Ia juga menambahkan, kalau nomor 112 digunakan hanya untuk iseng-iseng atau coba-coba saja, dikhawatirkan nantinya kapasitas penelepon akan menumpuk. Sehingga berakibat masyarakat yang benar-benar perlu untuk menghubungi 112 menjadi sulit untuk terhubung.
“Takutnya nanti banyak yang menelepon tidak serius, jadi kasian bagi yang benar-benar membutuhkan jadi susah masuk,” tegasnya.
Penulis: Nurul Hasanah
Editor: Siti Rahma dan Yulia Shoim
Diskominfo
#sahabatcimanggis (KIM Cimanggis)








