Depoknews – Jalur pedestrian atau pejalan kaki sudah jelas maksudnya adalah dikhususkan untuk warga atau masyarakat yang berlalu lalang tanpa menggunakan kendaraan bermotor.
Sebagai kota yang sudah padat penduduk seperti Ibukota Jakarta, seharusnya Depok sudah memberikan fasilitas yang aman dan nyaman.
Silvia mengaku bahwa dirinya kadang kesulitan berjalan di jalur pedestrian lantaran banyak ojek online yang memarkir kendaraannya. Selain keluhan tersebut, Depoknews telah melakukan survey dan hasilnya kami menemukan 4 keluhan umum yang ditemui oleh mereka para pejalan kaki di kota Depok:Namun pada kenyataannya kota Depok memiliki masalah yang harus dipikirkan bersama, yaitu keberadaan jalur pedestrian yang tidak layak bahkan cenderung membahayakan. Silvia (29) merupakan warga Sukmajaya yang setiap harinya menggunakan transportasi umum seperti angkot dan KRL menuju kantor dimana ia bekerja di Jakarta.

1. Parkir Liar

Masalah yang paling sering dikeluhkan oleh para pejalan kaki yang berada di Kota Depok adalah hadirya parkir liar. Parkir liar umum kita temukan dekat dengan pusat perbelanjaan atau ruko kantor pelayanan masyarakat. Sering ditemukan parkir liar mengakibatkan ruas pejalan kaki jadi menyempit seperti yang ada di sekitar jalan Arif Rahman Hakim, Depok.

2. Angkot Ngetem/Parkir

Hal yang sering dikeluhkan yang kadang mengganggu jalur pejalan kaki adalah angkot ngetem/parkir seperti yang sering kita temukan di depan ITC Depok, di beberapa titik sekitar jalan raya Margonda dan depan pasar Palsi Gunung. Demi mendapatkan banyak penumpang bahkan mereka (angkot) sering naik ke jalur pejalan kaki.

3. Pedagang Kaki Lima

Pedagang kaki lima tidak hanya mengganggu kenyamanan pejalan kaki yang berada di sisi jalan, namun sering ditemukan pedagang kaki lima yang mengganggu lalu lalang pejalan kaki yang hendak menyebrang di jembatan penyebrangan seperti yang ada di JPO depan Plaza Depok dll.

4. Pengendara Ojek Online

Guna menunggu mendapatkan pesanan atau order para pengendara ojek online pun parkir, sering pejalan kaki merasa kesal dengan adanya ojek online yang parkir sembarangan seperti di jalur pedestrian sekitar ITC, DMall, Detos, dll.

5. Motor Naik Saat Kemacetan

Sudah jelas namanya jalur pejalan kaki, namun ini tidak berlaku dikala kemacetan menghantui kota Depok. Seperti yang terjadi di jalan Juanda, Depok. Saat macet meradang, akibat pengendara motor yang tidak sabar menghadapi kemacetan, banyak akhirnya yang memilih melalui jalur pejalan kaki yang berada di bahu jalan. Tentu akhirnya pejalan kaki harus berbagi dengan pengendara motor yang sewaktu-waktu dapat membahayakan mereka (pejalan kaki).
Itulah 5 keluhan pejalan kaki yang berada di kota Depok,sudah seharusnya pejalan kaki mendapatkan fasilitas yang memang memberikan kenyamanan dan rasa aman. Semoga ada solusi yang terbaik dari Pemerintah ya!