Donny B.U yang menjadi narasumber dari ICT Watch di kegiatan Depok Layak Anak “Internet Sahabat Anak dan Media Ramah Anak” yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok di Aula Perpustakaan Kota Depok kemarin, Sabtu (29/10/2016). (Foto : Rysko/Diskominfo)

depok.go.id – Perkembangan teknologi kini sudah sangat pesat, sehingga mencari informasi menjadi hal mudah bagi masyarakat pada saat ini. Namun, kemudahan mencari informasi menggunakan teknologi dalam hal ini internet, harus juga diiringi oleh pengawasan orangtua, keluarga maupun orang-orang terdekat yang lebih tua di lingkungan remaja dan anak-anak.

Hal tersebut disampaikan oleh Donny B.U yang menjadi narasumber dari ICT Watch di kegiatan Depok Layak Anak “Internet Sahabat Anak dan Media Ramah Anak” yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok di Aula Perpustakaan Kota Depok kemarin, Sabtu (29/10/2016).

“Perlu ada pengawasan dari orangtua atau orang yang lebih tua di lingkungan para remaja karena jika salah penggunaan, internet bisa malah merugikan kehidupan remaja, khususnya anak-anak,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, bahwa kasus kekerasan anak merupakan bentuk keteledoran orangtua dan lingkungan dari anak tersebut dalam melakukan pengawasan. Misal,ada seorang anak yang melakukan tindak pidana, walaupun dia adalah pelaku namun bagi Donny anak tersebut justru merupakan korban dari lingkungan yang negatif.

“Anak itu jiwanya masih murni, jika sampai melakukan tindak pidana maka itu adalah cerminan dari buruknya lingkungan yang membentuk karakter anak. Lingkungan di sini bisa berupa paparan media alternatif yang diakses, misal internet dan sosmed,” tambahnya.

Dirinya memberikan perhatian khusus terhadap media internet yang menurutnya memiliki pengaruh yang besar terhadap anak-anak, terlebih saat ini akses internet sudah bisa menggunakan smartphone.Pemberian smartphone kepada anak-anak sendiri saat ini sudah menjadi semacam hal yang biasa bagi orangtua.

“Jika internet diakses menggunakan komputer, orangtua atau kakak di rumah masih bisa memantau. Namun, yang bahaya itu adalah ketidakpedulian orangtua terhadap penggunaan smartphone ini,” tambahnya.

Dirinya meminta kepada para orangtua untuk harus bisa lebih update terhadap teknologi, dengan begitu bisa memberikan pemahaman dan juga pengawasan kepada anak-anaknya. Jangan hanya memberikan gadget lalu tidak diberikan pengawasan terhadap konten-konten informasi yang diakses oleh anak-anaknya.

“Harus ada rules antara orangtua dan anak saat memberikan gadget. Misal, tidak boleh membuka situs tertentu dan orangtua intens memantau postingan serta teman-teman sosmed mereka. Jika terjadi hal-hal yang mencurigakan, jangan segan untuk menyita smartphone si anak,” tambahnya.

Penulis: Rysko
Editor: Siti Rahma